Presiden Macron di Ujung Tanduk: 4 PM Mundur, Siapa Lagi yang Bisa Selamatkan Prancis?
Ironisnya, pengunduran diri Lecornu terjadi hanya sehari setelah ia mengumumkan bahwa kabinet barunya hampir lengkap. Namun, komposisi yang ditawarkan dinilai copy-paste dari pemerintahan sebelumnya. Partai oposisi menuding Macron tidak serius melakukan reformasi politik.
AS dan Dunia Ikut Memantau
Krisis di jantung politik Eropa ini juga menarik perhatian Amerika Serikat. Gedung Putih menyatakan sedang memantau dengan ketat perkembangan politik di Paris.
“Kami sangat memahami situasi ini, namun tidak akan mengomentari politik dalam negeri Prancis,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (7/10/2025).
Meski bersikap hati-hati, pengamat menilai perhatian Washington menunjukkan kekhawatiran terhadap stabilitas sekutu utamanya di Eropa Barat, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global dan konflik Ukraina-Rusia.
Krisis Kepercayaan yang Dalam
Di dalam negeri, Macron menghadapi kejatuhan popularitas drastis. Survei terbaru menunjukkan lebih dari 60 persen warga Prancis tidak lagi percaya pada kemampuannya memimpin. Aksi demonstrasi yang marak sejak awal tahun memperburuk citra pemerintah.