Presiden Korsel Murka 2 Warganya Aktivis GSF Ditahan Israel, Ancam Tangkap Netanyahu
SEOUL, iNews.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung murka, dua warganya yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), ditangkap pasukan Israel.
“Ini sangat tidak manusiawi dan telah melampaui batas yang bisa diterima,” kata Lee, dalam rapat kabinet, Rabu (20/5/2026), seperti dikutip dari Chosun Daily.
Lee lalu menyinggung status Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai buronan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang Israel di Jalur Gaza.
“Bukankah surat perintah penangkapan telah dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional kepadanya, sebagai penjahat perang?” katanya.
Dia lalu mempertimbangkan akan menangkap Netanyahu jika memasuki wilayah Korsel.
Pada kesempatan itu Lee juga menanyakan kondisi aktivis GSF Korsel yang ditahan Israel.
Data Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korsel mengungkap, kapal yang membawa aktivis Kim Dong Hyeon dicegat Israel pada 18 Mei. Kemudian kapal lain yang membawa Kim Ah Hyun dicegat pada 20 Mei. Keduanya ditahan pasukan Israel.
“Apa dasar hukum bagi Israel untuk menyita atau menenggelamkan kapal, termasuk kapal yang membawa warga kita yang menjadi relawan untuk Gaza?" ujarnya.
Menurut Lee hampir seluruh negara Eropa mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu serta mengumumkan rencana untuk menangkapnya jika memasuki wilayah mereka.
"Kita juga harus membuat penilaian. Ada norma internasional minimum, tapi norma tersebut dilanggar. Ikuti prinsip-prinsipnya, kita telah terlalu lama menanggung penderitaan,” katanya, kepada para menteri.
Editor: Anton Suhartono