Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga, tapi Tegaskan Tak Menyerah
Teheran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap aksi militer AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat militer tinggi.
Sementara itu, para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengecam keras serangan Iran ke negara Teluk. Mereka mengingatkan Iran menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA
Pernyataan ini dikeluarkan para Menlu Negara Teluk dalam Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait Serangan Iran terhadap Negara-Negara Anggota GCC pada Kamis (5/3/2026).
Dalam keterangannya, para Menlu menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara GCC dan Uni Eropa yang berlandaskan Perjanjian Kerja Sama tahun 1988, serta diperkuat oleh keputusan yang diambil pada KTT GCC–Uni Eropa di Brussel pada Oktober 2024.
"Para menteri mengecam dengan keras serangan Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap keamanan regional dan internasional, serta menuntut Iran untuk segera menghentikan serangan tersebut tanpa syarat," tulis keterangan resmi tersebut, dikutip Sabtu (7/3/2026).