Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Prancis Bakal Kirim Ratusan Kendaraan Lapis Baja Usang ke Ukraina

Minggu, 31 Maret 2024 - 18:30:00 WIB
Prancis Bakal Kirim Ratusan Kendaraan Lapis Baja Usang ke Ukraina
Kendaraan pengangkut personel lapis baja VAB berjejer di pabrik produksi kendaraan militer Arquus, salah satu unit Volvo AB, di Limoges, Prancis, 6 April 2023. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.idPrancis bakal mengirimkan ratusan kendaraan lapis baja usang dan rudal baru ke Ukraina untuk digunakan dalam perang melawan Rusia. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Prancis, Sebastien Lecornu, akhir pekan ini.

Dalam wawancara dengan La Tribune Dimanche, Lecornu mengatakan, Presiden Emmanuel Macron telah memintanya untuk menyiapkan paket bantuan baru untuk Ukraina. Di antara bantuan itu berupa peralatan militer Prancis yang sudah tua namun masih berfungsi. Menurut Lecornu, perintah itu sebagai tindak lanjut dari pembicaraan Macron dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, beberapa waktu lalu.

“Tentara Ukraina perlu mempertahankan garis depan yang sangat panjang, yang memerlukan kendaraan lapis baja. Ini sangat penting untuk mobilitas pasukan dan merupakan bagian dari permintaan Ukraina,” kata Lecornu pada Minggu (31/3/2024).

Dia menuturkan, Prancis sedang mempertimbangkan untuk menyediakan ratusan kendaraan pengangkut pasukan garis depan VAB (Véhicule de l'Avant Blindé) pada tahun ini dan awal tahun depan. Kebetulan, militer Prancis secara bertahap sedang mengganti ribuan VAB-nya yang sudah tua dengan kendaraan pengangkut pasukan multiperan yang baru. VAB-VAB usang itu pertama kali beroperasi pada akhir 1970-an.

Lecornu menambahkan, Prancis juga bersiap untuk mengirimkan sejumlah rudal permukaan-ke-udara Aster 30 baru untuk sistem SAMP/T yang diberikan Paris ke Kiev. Aster 30 dapat mencegat pesawat tempur, drone, dan rudal jelajah dalam jarak 120 km.

“Ukraina mempunyai kebutuhan mendesak akan pertahanan darat-udara yang lebih baik… Rusia mengintensifkan serangannya, khususnya terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil,” katanya.

Lecornu mengaku telah meminta Badan Pengadaan Pertahanan Pemerintah Prancis atau DGA (Direction Generale de l'Armement) untuk membuat proposal untuk mempercepat produksi rudal Aster.  Rudal itu sendiri diproduksi oleh perusahaan militer Eropa, MBDA.

Rudal Aster juga digunakan di Laut Merah, tempat kapal-kapal Prancis terlibat dalam operasi yang dipimpin AS untuk melawan serangan Houthi.

Bulan lalu, Macron mengungkapkan adanya kemungkinan negara-negara Eropa mengirimkan pasukan ke Ukraina. Namun, dia menggarisbawahi bahwa tidak ada kesepakatan di kalangan sekutu NATO soal itu. 

Moskow pun menanggapi pernyataan Macron tersebut dengan mengatakan bahwa pertempuran langsung antara pasukan Rusia dan NATO di Ukraina dapat berubah menjadi Perang Dunia III.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut