PM Belanda Mark Rutte Ditunjuk sebagai Pemimpin NATO, Begini Komentar Rusia
MOSKOW, iNews.id - Istana Kremlin mengomentari penunjukan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO yang baru, Rabu (26/6/2024). Terpilihnya Rutte dinilai tak akan mengubah kebijakan aliansi pertahanan itu terhadap Rusia.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pencegahan strategis NATO terhadap Rusia masih berlaku sebagaimana pemimpin sebelumnya, Jens Stoltenberg.
“Pilihan ini tidak mungkin mengubah apu pun garis besar NATO, Aliansi Atlantik Utara... secara terpisah yang kami maksud adalah negara-negara anggota di bawah kepemimpinan langsung Amerika Serikat, bersama-sama sebagai Aliansi Atlantik Utara, berupaya untuk mencapai tujuan tersebut secara strategis menekan Rusia. Saat ini aliansi tersebut memusuhi kami,” kata Peskov, dikutip dari Sputnik.
Dia enggan mengomentari soal peluang NATO mengundang Ukraina sebagai anggota aliansi tersebut.
AS: Turki Bertindak sebagai Sekutu Sejati NATO dalam Konflik Ukraina
“Saya rasa tidak mungkin bagi saya untuk mengomentari apa pun tanpa menunggu hasil KTT (NATO mendatang). Mari kita tunggu KTT tersebut dan lihat apa yang akan terjadi,” ujarnya.
NATO menunjuk Rutte sebagai pemimpin aliansi berikutnya, menggantikan Jens Stoltenberg yang mengundurkan diri setelah menjabat selama 10 tahun. Rutte akan menjabat Sekjen NATO mulai 1 Oktober mendatang.
NATO Akan Terus Kirim Senjata untuk Ukraina, Cuma Pasukan yang Belum
Dia menyingkirkan satu-satunya pesaing, yakni Presiden Rumania Klaus Iohannis yang mundur dari pencalonan pada pekan lalu.
Dalam komentarnya, Rutte berharap bisa menjalankan tugas dengan penuh semangat.
“Aliansi adalah dan akan tetap menjadi landasan keamanan bersama kita. Memimpin organisasi ini adalah tanggung jawab yang tidak saya anggap remeh,” kata Rutte, dalam pernyataan di media sosial X.
Stoltenberg menyambut terpilihnya Rutte sebagai penggantinya.
“Mark adalah seorang transatlantik sejati, pemimpin yang kuat, dan pembangun konsensus. Saya paham saya akan menyerahkan NATO kepada orang yang tepat," ujarnya.
NATO mengambil keputusan untuk memilih Rutte berdasarkan konsensus. Pria yang telah menjabat sebagai PM Belanda selama hampir 14 tahun itu hanya bisa dikukuhkan sebagai sekjen jika seluruh anggota aliansi, 32 negara, memberikan dukungan.
Editor: Anton Suhartono