Perusahaan Jepang Rampungkan Uji Coba Mobil Terbang Berawak
Tantangan lainnya adalah desain. Kendaraan tersebut harus cukup kuat untuk membawa beban yang diperlukan, namun cukup tenang untuk diterbangkan di ketinggian rendah—yang ukurannnya belum diatur.
Sementara, profesor teknik kedirgantaraan di Universitas Michigan, Ella Atkins, mengungkapkan pandangan yang berbeda tentang kepraktisan mesin eVTOL.
“(Teknologi ini) akan lebih hemat energi daripada helikopter yang menggunakan banyak bahan bakar. Akan tetapi, (eVTOL) kurang hemat energi daripada mobil karena mereka juga harus mengangkat dirinya sendiri,” ujarnya.
“Dari segi biaya pun, mereka tidak begitu praktis digunakan untuk sekadar pergi ke toko makanan,” ujarnya.
Atkins mengatakan mesin ini mungkin lebih cocok digunakan untuk komunitas satelit di kota-kota atau negara-negara dengan medan yang sulit.
Editor: Ahmad Islamy Jamil