Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir
AS, lanjut dia, telah menjelaskan mana batasan-batasan yang tidak bisa ditawar serta mana area kompromi selama negosiasi dengan Iran. Bagi AS, senjata nuklir tak bisa ditawar lagi.
Kapal Perang AS Dilaporkan Mulai Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Ini Kata Iran
"Hal-hal apa yang bersedia kami toleransi dan hal-hal apa yang tidak bisa kami toleransi, dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin. Namun mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya.
Iran berkali-kali membantah akan mengembangkan senjata nuklir. Para pejabat Iran mendesak AS untuk mengizinkan negaranya melanjutkan program pengayaan uranium untuk tujuan sipil yakni energi, sebagaimana dimiliki negara lain. Iran juga bersedia program nuklirnya diawasi badan internasional.
Dubes Iran: Zionis Israel Berkali-kali Langgar Gencatan Senjata!
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut ada dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.
"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, usai perundingan.
2 Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol Ketat
Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan dengan AS berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.
Editor: Rizky Agustian