Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Penyebab Perundingan AS-Iran Gagal Sepakati Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir

Minggu, 12 April 2026 - 13:22:00 WIB
Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir
Perundingan damai AS dan Iran belum menuai hasil positif. (Foto: Ilkha)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berharap Iran akan berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikannya setelah AS dan Iran gagal menyepakati perundingan damai di Islamabad, Pakistan, setelah menggelar pertemuan 21 jam sejak Sabtu (11/4/2026).

"Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya 2 tahun dari sekarang, tapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya," kata Vance, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (12/4/2026).

Vance menegaskan AS datang dengan tawaran yang lebih sederhana dan terbaik, namun Iran menolaknya. 

"Kami meninggalkan tempat ini dengan tawaran sangat sederhana, metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami," ujarnya.

AS, lanjut dia, telah menjelaskan mana batasan-batasan yang tidak bisa ditawar serta mana area kompromi selama negosiasi dengan Iran. Bagi AS, senjata nuklir tak bisa ditawar lagi.

"Hal-hal apa yang bersedia kami toleransi dan hal-hal apa yang tidak bisa kami toleransi, dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin. Namun mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya.

Iran berkali-kali membantah akan mengembangkan senjata nuklir. Para pejabat Iran mendesak AS untuk mengizinkan negaranya melanjutkan program pengayaan uranium untuk tujuan sipil yakni energi, sebagaimana dimiliki negara lain. Iran juga bersedia program nuklirnya diawasi badan internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut ada dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, usai perundingan.

Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan dengan AS berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut