Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan Senjata Rusia di Luar Negeri Tak Berkurang, meski Sanksi Barat Bertubi-tubi

Senin, 13 November 2023 - 15:35:00 WIB
Permintaan Senjata Rusia di Luar Negeri Tak Berkurang, meski Sanksi Barat Bertubi-tubi
Permintaan senjata Rusia di luar negeri tetap stabil, meski sanksi Barat menghujani Moskow betubi-tubi (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Permintaan peralatan militer Rusia di luar negeri dilaporkan tidak terpengaruh oleh sanksi ekonomi Barat. Nilainya pun dikatakan stabil sampai sejauh ini.

Kepala Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknik Militer, Dmitry Shugaev mengatakan, permintaan senjata oleh pihak asing kepada Moskow tidak berkurang meski ada sanksi. Portofolio pesanan senjata Rusia saat ini tetap berada pada level 50-55 miliar dolar AS (Rp785.7 triliun – Rp864,3 triliun) per tahun.

“Ekspor produk militer dilakukan sesuai dengan jadwal pengiriman dan perjanjian dengan mitra asing. Secara umum, meskipun ada upaya untuk menekan mitra kami dan mendiskreditkan Rusia, permintaan produk militer Rusia tidak berkurang,” ujarnya kepada kantor berita Sputnik, Senin (13/11/2023), di sela-sela pameran internasional Dubai Airshow-2023 di Uni Emirat Arab (UEA).
  
“Dan kami yakin bahwa target ekspor yang ditetapkan untuk tahun ini akan terpenuhi,” kata Shugaev. 

Menurut dia, UEA menunjukkan minat terhadap seluruh jenis senjata Rusia. Shugaev pun mencatat, kedua Moskow dan Abu Dhabi kini tengah mengadakan konsultasi mengenai pasokan baru dan kerja sama industri pertahanan.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut