Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pakistan Mencekam, Pasukan Pemerintah Bunuh 145 Anggota Kelompok Separatis
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

“Ketika saya datang ke Pakistan, jika seorang penderita kusta memerlukan operasi usus buntu, maka dia akan tetap dioperasi—yang merupakan kemajuan besar pada saat itu. Akan tetapi, para perawat akan menggambar tengkorak dan tulang bersilang di atas tempat tidur (pasien itu) untuk menakut-nakuti pasien lain,” ujarnya seperti dikutip DW.

Misi kemanusiaan Pfau terus berlanjut sejak saat itu. Dia menyelamatkan anak-anak kusta yang cacat dan menderita karena dikurung di gua-gua dan kandang ternak selama bertahun-tahun oleh orang tua mereka, yang takut tertular penyakit itu.

Dia juga melatih dokter-dokter Pakistan dan berhasil menarik sumbangan asing. Dia juga mendirikan Program Pengendalian Kusta Nasional Pakistan dan Pusat Kusta Marie Adelaide, yang hadir di setiap provinsi di negara dengan penduduk mayoritas Muslim itu.

Perjuangannya tak sia-sia. Pada 1996, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Pakistan telah terbebas dari penyakit kusta.

Wafat

Ruth Pfau mengembuskan napas terakhirnya di Karachi pada 10 Agustus 2017 di usia 87 tahun. Ritus terakhirnya dilaksanakan sembilan hari sesudahnya di Gereja St Patrick Karachi. Dia dimakamkan di pemakaman Kristen Gora Qabristan di ibu kota Pakistan tersebut.

Perdana Menteri Pakistan ketika itu, Shahid Khaqan Abbasi, mengungkapkan belasungkawa atas kepergian perempuan berhati mulia itu. “Dr Pfau mungkin lahir di Jerman, tetapi hatinya selalu di Pakistan,” kata Abbasi seperti dikutip BBC.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut