Perdana, Negara-Negara Arab Desak Hamas Lucuti Senjata dan Serahkan Gaza
Pada bulan Maret, rencana untuk Gaza yang dirumuskan oleh Mesir telah mengecualikan Hamas dari pemerintahan daerah kantong tersebut setelah perang berakhir, sebagaimana terlampir dalam draf rencana yang diperoleh CNN.
Rencana tersebut dibahas oleh para pemimpin Arab yang bertemu di Kairo dalam sebuah pertemuan puncak darurat. Presiden Mesir mengusulkan pembentukan komite Palestina untuk sementara waktu untuk memerintah Gaza, mengambil alih kekuasaan dari Hamas dan akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada Otoritas Palestina.
Sebelumnya, Arab Saudi telah berulang kali mendorong solusi dua negara. Sementara itu, Prancis mengatakan akan mengakui negara Palestina pada bulan September, yang membuat Israel kecewa.
Inggris juga mengatakan akan mengakui negara Palestina pada bulan September, kecuali Israel menyetujui gencatan senjata di Gaza. Baik Israel maupun Amerika Serikat (AS) mengecam pernyataan Prancis dan Inggris.
Namun, Hamas belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan kekuasaan di wilayah kantong tersebut, meskipun para pejabat di dalam kelompok militan tersebut sebelumnya telah memberikan pernyataan yang kontradiktif tentang peran gerakan tersebut di Gaza pascaperang.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan keras menentang solusi dua negara, dengan alasan bahwa solusi tersebut tidak sesuai dengan keamanan negaranya.
Editor: Aditya Pratama