Perdana Menteri Malaysia yang Baru Mungkin Diketahui Hari Ini
“Dokumen yang disampaikan Ketua EC Abdul Ghani Salleh dengan jelas menyatakan tidak ada partai politik yang berhasil mendapat mayoritas sederhana untuk membentuk pemerintahan baru. Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al Mustafa Billah Shah meminta kerja sama Ketua Dewan Rakyat Azhar Azizan Harun untuk meminta pimpinan partai politik dan koalisi yang memiliki kursi parlemen terbanyak untuk menginformasikan kepada Istana Negara untuk membentuk pemerintahan pasca-Pemilu ke-15," ujarnya.
Dia menjelaskan, sesuai Pasal 40 Ayat 2 (a) dan Pasal 43 Ayat 2(a) UU Federal, dekrit, dan keputusan Yang Mulia tentang pembentukan Pemerintah Federal dan penunjukan perdana menteri melalui proses ini adalah final.
Sultan Abdullah juga berpesan kepada masyarakat dan pimpinan partai politik untuk menaati dan menghormati proses demokrasi, serta menerima hasil pemilu dengan lapang dada demi kepentingan negara.
“Yang Mulia juga mengingatkan bahwa negara membutuhkan pemerintahan yang stabil dan memiliki kredibilitas serta integritas untuk menjamin kesejahteraan rakyat serta mendorong agenda kemakmuran nasional,” tuturnya.
Editor: Anton Suhartono