Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Perang yang Pernah Gunakan Senjata Nuklir, Akankah Terulang di Konflik Ukraina?

Sabtu, 12 Maret 2022 - 19:35:00 WIB
Perang yang Pernah Gunakan Senjata Nuklir, Akankah Terulang di Konflik Ukraina?
Perang menggunakan senjata nuklir terjadi saat Perang Dunia II saat AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Kedua, kata dia, orientasi invasi Rusia bukan merebut wilayah atau kekuasaan, tapi uang. Ini berbeda dengan masa Uni Soviet di mana wilayah menjadi fokusnya. 

"Sekarang, semuanya berbeda, apa yang dikejar semua tentang uang miliaran hingga triliunan, Ferrari, dan mereka tidak mau mati dan terisolasi. Kalau mereka menyerang, semuanya akan berakhir. Saya yakin mereka tidak mau karena masih ada hal-hal yang mereka ingin kejar di luar Rusia," ujarnya. 

Alasan ketiga, mayoritas senjata nuklir Rusia diproduksi pada 1960 hingga 1970-an di Ukraina. Dia mengingatkan senjata-senjata itu sudah tua, yakni berusia sekitar 50 sampai 60 tahunan.

Bahayanya Senjata Nuklir

Melansir un.org, nuklir merupakan senjata paling berbahaya di bumi. Satu senjata nuklir bisa menghancurkan satu kota, berpotensi membunuh ratusan ribu nyawa, membahayakan lingkungan, dan kehidupan generasi mendatang melalui efek bencana jangka panjang. 

Sejauh ini, perang yang menggunakan senjata nuklir terjadi pada 1945. Ketika itu Amerika Serikat (AS) mengebom dua kota di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki. Pada 6 Agustus 1945, pesawat B-29 Enola Gay AS menjatuhkan bom uranium diberu nama Little Boy di Kota Hiroshima. Little Boy mengandung sekitar 64 kg uranium serta dapat melepaskan energi setara dengan sekitar 15 kiloton bahan peledak kimia. Kemudian pada 9 Agustus 1945, bom plutonium yang disebut Fat Man diledakkan di Kota Nagasaki. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut