Pengamat Asing Sebut Demo Rusuh Indonesia Skenario Barat Jauhkan Indonesia dari BRICS dan SCO
Brown menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk diobok-obok, yakni negara dengan ekonomi terbesar kedelapan dunia dalam paritas daya beli (PPP), terbesar di ASEAN, serta penduduk hampir 300 juta jiwa.
“Semua faktor ini membuat Indonesia terlalu berharga bagi imperialisme Barat untuk dibiarkan lepas ke orbit BRICS,” ujarnya.
Dugaan Keterlibatan George Soros
Angelo Giuliano, pengamat geopolitik yang berbasis di China, bahkan menuding miliarder George Soros melalui lembaganya, Open Society Foundations (OSF), ikut berperan. Lembaga lain yang disebutnya mungkin berkotribusi dalam demonstrasi rusuh adalah National Endowment for Democracy (NED).
“Meski kerusuhan mencerminkan keluhan masyarakat atas kondisi ekonomi, pola simbol yang digunakan, seperti bendera bajak laut One Piece, menggemakan taktik eksternal yang biasa dipakai untuk membakar perlawanan,” kata Giuliano.
Menurutnya, penggunaan simbol budaya pop sebagai alat politik merupakan indikasi keterlibatan pihak asing. Dia menambahkan, keterlibatan lembaga-lembaga Barat menimbulkan pertanyaan serius tentang agenda mereka terhadap Indonesia, apalagi di tengah meningkatnya fokus strategis pada kawasan Indo-Pasifik.