Penembakan di Australia, Israel Anggap Diaspora Yahudi Tak Lagi Aman di Negara Barat
Saar bahkan mengatakan, saat ini umat Yahudi kembali menjadi sasaran kebencian dan kekerasan di berbagai negara Barat. Karena itu, dia secara terbuka menyerukan warga Yahudi di Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Belgia untuk meninggalkan negara-negara tersebut dan pindah ke Israel.
“Pulanglah,” kata Saar, singkat namun tegas.
Israel menawarkan kepulangan tersebut melalui Undang-Undang Kepulangan Tahun 1950 yang memberikan hak bagi setiap orang Yahudi di dunia, termasuk mereka yang memiliki satu kakek atau nenek Yahudi, untuk menetap di Israel dan memperoleh kewarganegaraan. Proses ini dikenal sebagai aliyah.
Pemerintah Israel menilai lonjakan sentimen anti-Semitisme di Barat semakin nyata dalam beberapa bulan terakhir. Para pejabat Israel menuding pemerintah negara-negara Barat gagal memberikan perlindungan maksimal bagi komunitas Yahudi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyuarakan kekhawatiran tersebut. Dia mendesak negara-negara Barat untuk bertindak lebih tegas dalam melawan anti-Semitisme dan menjamin keselamatan warga Yahudi.
“Saya menuntut agar pemerintah Barat melakukan apa yang diperlukan untuk memerangi antisemitisme dan memastikan keamanan komunitas Yahudi di seluruh dunia,” ujar Netanyahu, pada 16 Desember.
Perang genosida Israel di Gaza memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Bahkan protes keras terhadap kebrutalan Israel yang telah membunuh lebih dari 70.000 warga Gaza Oktober 2023, bukan hanya datang dari umat Islam, melainkan komunitas lintas-agama.
Para pejabat negara Barat juga telah memperigatkan Israel bahwa dampak perang di Gaza akan berdampak luas.
Editor: Anton Suhartono