Penasihat Gedung Putih Sebut Anggota BRICS Tak Akan Bisa Lepas dari Amerika
“Intinya, tidak satu pun dari negara-negara ini bisa bertahan jika mereka tidak melakukan ekspor ke AS,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran Real America’s Voice, yang kemudian ia unggah cuplikannya.
Alasan Trump Tambahkan Tarif 10% untuk Negara BRICS, Singgung Dolar
Pandangan Berlawanan dengan Putin
Komentar Navarro berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil, pada Juli lalu. Putin justru menyebut pengaruh BRICS di dunia terus meningkat setiap tahun dan kini menjadi salah satu pusat utama tata kelola global.
Aliansi BRICS kini beranggotakan 10 negara, yaitu Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Etiopia, Iran, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Penambahan anggota baru ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi BRICS dalam ekonomi global, sekaligus mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.
Meski begitu, komentar Navarro memperlihatkan keyakinan Washington bahwa tanpa hubungan dagang dengan AS, BRICS akan sulit mempertahankan keberlangsungan aliansinya.
Editor: Anton Suhartono