Dia menuturkan, keputusan terakhir terkait nasib para pengungsi Myanmar itu akan diambil oleh pemerintah federal (pemerintah pusat) yang telah berkomunikasi dengan otoritas Mizoram. Sampai sejauh ini, New Delhi masih belum memberikan arahan yang jelas, sehingga menciptakan kebingungan di kalangan pemerintah daerah di Mizoram terkait penanganan para pengungsi, kta Zoramthanga.
Rakyat Myanmar Mogok Total, Pabrik hingga Bank Kompak Tutup
“Dari sudut pandang kemanusiaan, kami harus memberi mereka makanan, kami harus memberi mereka tempat berlindung,” kata Zoramthanga.
Secara geografis, Myanmar dan Mizoram berbagi perbatasan sepanjang 404 km. Di beberapa bagian, kedua wilayah itu hanya dibelah oleh sebuah sungai dangkal, sehingga memudahkan orang-orang untuk menyeberang.
Buntut Krisis Politik, Warga Myanmar Antre Menyeberang ke India
Beberapa polisi Myanmar yang membelot mengatakan kepada para pejabat India, mereka melarikan diri setelah diperintahkan untuk menggunakan kekerasan terhadap warga sipil yang berunjuk rasa selama berminggu-minggu menentang kudeta. Situasi di Myanmar terasa makin panas sejak militer menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi awal bulan lalu.
Lebih dari 50 orang terbunuh di tangan aparat keamanan, menurut laporan PBB. Sementara, sekitar 1.700 orang ditahan junta militer, termasuk Suu Kyi.
Zoramthanga, seorang pemimpin pemberontak berusia 76 tahun yang kini menjadi politikus, mengatakan bahwa suku-suku di Mizoram memiliki hubungan budaya yang dalam dengan masyarakat Myanmar. Akan tetapi kekhawatiran utamanya sekarang adalah risiko nyawa yang memaksa para pengungsi Myanmar untuk menyeberang ke Mizoram.
“Kita harus bersimpati kepada mereka,” katanya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil