Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Jamin Biaya Pasien Cuci Darah BPJS Nonaktif? Ini Kata Wamenkes!
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Korsel Panik gegara Para Dokter Kompak Mengundurkan Diri dari Rumah Sakit

Jumat, 16 Februari 2024 - 14:46:00 WIB
 Pemerintah Korsel Panik gegara Para Dokter Kompak Mengundurkan Diri dari Rumah Sakit
Pemerintah Korsel memperingatkan layanan kesehatan terhadap masyarakat bakal terdampak pengunduran diri ratusan dokter dari rumah sakit (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Ketua lembaga profesi dokter Korsel KIRA, Park Dan, mengatakan, para dokter peserta koas di lima rumah sakit terbesar Korsel, seluruhnya berada di Seoul, memutuskan untuk mundur mulai Selasa pekan depan.

Laporan media memperkirakan, pengunduran diri tersebut juga akan menjalar ke sekitar 2.700 dokter lainnya. Angka itu sekitar 20 persen dari peserta koas dan dokter praktik Korsel. Ini tentu saja akan memengaruhi layanan darurat dan perawatan akut.

Pemerintah Korsel menegaskan aksi mundur bersama para dokter adalah tindaka melanggar hukum dan akan meresponsnya dengan tegas, termasuk mereka yang mogok. Aksi mundur dan protes itu juga tak akan mengubah rencana pemerintah untuk menambah jumlah dokter ke depannya.

Wakil Menteri Kesehatan Park Min Soo memerintahkan semua rumah sakit untuk mengabaikan pengunduran diri yang diajukan para dokter. Mereka yang tidak mematuhi perintah back to work akan dihukum berdasarkan undang-undang layanan medis.

"Tidak akan ada pengampunan atau penangguhan hukuman kali ini," kata Park, dikutip dari Reuters, Jumat (16/2/2024).

Pemerintah sebenarnya sudah berencana menambah jumlah dokter sejak 2020, namun ditangguhkan setelah muncul penolakan yang deras. Saat itu pemerintah menargetkan penambahan 4.000 mahasiswa kedokteran selama 10 tahun.

Selain itu pemerintah juga berupaya menambah dokter spesialis, terutama kebidanan dan anak, serta memperkuat perlindungan profesi dari tuntutan malapraktik dan lainnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut