Pejabat Palestina: Dukungan Rakyat Indonesia Bikin Kami Tegar dan Punya Harapan
Lebih lanjut Basyuni mengatakan, penderitaan warga Gaza belum berakhir meskipun serangan tak ada lagi di Gaza.
Hamas, selaku penguasa di wilayah berpenduduk sekitar 2 juta jiwa itu, menyepakati gencatan senjata dengan Israel pada 21 Mei. Namun permasalahan demi permasalahan muncul pascagencatan senjata, di antaranya kondisi sekitar 52.000 pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
"Saya seorang insinyur pertanian, ingin bicara atas nama masyarakat sipil di Gaza, masyarakan dunia harus paham terkait penderitaan rakyat Palestina yang terjadi hari ini. Jadi tidak terbatas melihat bangunan-bangunan yang hancur dibom, yang rusak karena serangan-serangan masif, tapi juga apa yang terjadi setelah (serangan) itu berakhir," tutur Basyuni.
Menurut dia, justru saat inilah rasa luka dan pilu benar-benar dirasakan, terutama oleh warga sipil dan petani.
"Saat ini kondisi warga Palestina jauh lebih sulit dibandingkan kondisi mereka saat serangan terjadi. Saat ini warga yang rumahnya hancur masih berada di penampungan-penampungan seadanya, sebagian tinggal di rumah kerabat," tuturnya,