Pedang Tertajam di Dunia, Ternyata Bukan Excalibur Milik Raja Arthur
Salah satu contoh pedang Damaskus yang paling mematikan adalah Shamshir, pedang melengkung yang diproduksi dan digunakan di Persia abad ke-16, wilayah Timur Tengah yang lebih luas, dan beberapa bagian dari India pada era Mughal. Shamshir dicirikan oleh bentuk bilahnya yang unik dan konstruksinya yang meruncing.
Seiring berkurangnya penggunaan pedang setelah ditemukannya senjata api, rahasia pembuatan pedang Damaskus pun seakan hilang ditelan bumi. Meskipun begitu, pandai besi di Eropa tetap berusaha menemukan kembali komposisi baja yang menandingi kehebatan Damaskus.
Pedang wakizashi pertama kali dikembangkan di Jepang pada periode Muromachi (abad ke-15 hingga ke-16). Pedang ini merupakan senjata cadangan bagi bangsawan militer yang disebut samurai.
Ukurannya sedikit lebih kecil dari Katana. Bilah wakizashi memiliki panjang rata-rata 12-24 inci dan ditempa dengan sedikit lengkungan.
Pedang ini mirip dengan Katana dalam banyak hal. Namun, pembeda keduanya bukan saja ukuran Wakizashi yang lebih kecil, tetapi juga karena pedang ini dikenal karena bilahnya yang sangat tajam dan kemampuannya yang unik.