Pedang Tertajam di Dunia, Ternyata Bukan Excalibur Milik Raja Arthur
Para pandai besi Jepang menempa pedang Samurai dengan melipat, memalu, dan memanaskan baja Tamahagane berkali-kali. Tamahagane sendiri adalah jenis baja khas negeri sakura yang dibuat secara turun-temurun sejak zaman lampau. Proses penempaan yang unik ini meningkatkan kekerasan baja karbon tinggi pada Katana, sekaligus menghilangkan oksigen dan kotoran lainnya.
Meskipun Katana dari Tamahagane memliki kekuatan yang tak diragukan, bahan metalurgi yang lebih modern justru lebih tajam. Dan pemegang rekor saat ini untuk pedang paling tajam di dunia adalah pedang baja Damaskus.
Nama pedang Damaskus diambil dari nama daerah yang sekarang menjadi ibu kota Suriah, tempat ia berasal. Pedang ini setidaknya sudah digunakan sejak abad ke-10. Senjata ini terbuat dari jenis baja yang disebut wootz.
Dikutip dari laman jurnal Nature, bilah Damaskus memiliki pola bergaris yang diperkirakan terbentuk saat pedang ditempa. Namun, rahasia pembuatan pedang tersebut hilang pada abad kedelapan belas.
Pakar material Peter Paufler dan rekan-rekannya di Universitas Dresden, Jerman, telah meneliti baja wootz yang digunakan sebagai bahan pembuatan pedang Damaskus. Mereka pun menyimpulkan bahwa pedang paling kuat dengan ketajaman yang mencengangkan adalah pedang Damaskus.