Paul Alexander, Pria yang Hidup dengan Paru-paru Besi Lebih dari 70 Tahun setelah Terkena Virus Polio
Namun kondisi Paul Alexander justru semakin membaik hingga ia diizinkan untuk pulang ke rumah. Ia juga diajarkan melakukan pernapasan katak yang bertumpu pada penggunaan otot tenggorokan untuk memaksa udara melewati pita suara, sehingga oksigen dapat dihirup satu kali sekaligus dan didorong ke tenggorokan lalu masuk ke paru-paru.
Pencapaian ini memungkinkannya meninggalkan paru-paru besinya untuk waktu yang lama. Saat itu, Paul Alexander bahkan bergantung pada paru-paru besinya hanya ketika tidur.
Tak putus harapan, Paul Alexander bahkan gigih melanjutkan sekolah menengah di usia 21 tahun. Ia menjadi siswa pertama yang lulus tanpa menghadiri kelas secara fisik berkat program homebound.
Setelahnya, Paul Alexander kembali menempuh pendidikannya di perguruan tinggi. Ia akhirnya lulus dari University of Texas dengan gelar Sarjana Hukum pada tahun 1978 dan kemudian menjadi Doktor Hukum pada tahun 1984.
Paul Alexander bahkan menjalankan praktik hukumnya sendiri dan pernah membela kliennya dari kursi roda. Sebelumnya, ia sempat mengikuti ujian pengacara dan melaluinya dengan baik.
Berkat kegigihannya untuk tetap hidup, Paul Alexander bisa bertahan sampai lebih dari 70 tahun. Ia juga telah diakui oleh Guinness World Records sebagai orang yang menghabiskan waktu terlama hidup di paru-paru besi.
“Saya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang lain. Saya bangun, mencuci muka, menyikat gigi, bercukur, sarapan. Saya hanya butuh sedikit bantuan untuk melakukannya,” paparnya, dikutip dari Mirror.co.uk.
Editor: Komaruddin Bagja