Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Pasca-Penarikan Tentara Rusia, Begini Kondisi Kherson Terbaru

Minggu, 13 November 2022 - 10:18:00 WIB
Pasca-Penarikan Tentara Rusia, Begini Kondisi Kherson Terbaru
Parit buatan tentara Rusia. (Foto: AP Photo)
Advertisement . Scroll to see content

KHERSON, iNews.id - Tembakan artileri masuk dan keluar terus meledak di sekitar Bandara Internasional Kherson. Sementara itu, situasi kemanusiaan di kota ini juga parah. 

Polisi seperti dilansir dari Reuters, Minggu (13/11/2022) mengatakan, mereka mendirikan pos pemeriksaan di dalam dan sekitar kota. Tak hanya itu, mereka juga menyapu ranjau yang ditinggalkan oleh pasukan Rusia.

Sementara itu, Wali Kota Kherson, Roman Holovnia mengatakan, warga saat ini kekurangan air, obat-obatan dan roti.

"Kota ini mengalami kekurangan, terutama air. Saat ini tidak cukup obat, tidak cukup roti karena tidak bisa dipanggang: tidak ada listrik," kata wali kota.

Di luar Desa Chornobayivka, dekat Kherson, seorang reporter Reuters melihat tembakan Rusia yang tampak seperti munisi tandan menyerang bandara terdekat. Sebuah tembakan keluar dari sisi Ukraina segera terlihat setelah itu.

Wartawan Reuters diminta kembali oleh tentara di dekat pinggiran Kherson. Wartawan itu diberitahu bahwa terlalu berbahaya untuk melangkah lebih jauh.

"Seorang petugas terluka saat menghapus ranjau di salah satu gedung administrasi Kherson," kata polisi.

Jalan menuju Kherson dari Mykolaiv dibatasi oleh ladang-ladang dengan bermil-mil parit buatan Rusia. Sebuah tank T72 yang hancur tergeletak dengan turret atau moncongnya terbalik.

Parit yang ditinggalkan kini dipenuhi sampah, selimut, dan jaring kamuflase. Sebuah parit irigasi dipenuhi dengan peralatan Rusia yang dibuang dan beberapa ranjau anti-tank terlihat di pinggir jalan.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut