Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?
Advertisement . Scroll to see content

Panduan Pilpres AS 2024, Begini Cara Menentukan Pemenang antara Trump atau Harris

Selasa, 05 November 2024 - 03:02:00 WIB
Panduan Pilpres AS 2024, Begini Cara Menentukan Pemenang antara Trump atau Harris
Pilpres AS 2024 digelar pada Rabu (5/11) waktu setempat. Kandidat Partai Demokrat Kamala Harris akan berhadapan dengan pesaingnya dari Republik, Donald Trump (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pilpres AS 2024 digelar pada Rabu (5/11/2024). Kandidat dari Partai Demokrat Kamala Harris akan berhadapan dengan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.

Data Election Lab Universitas Florida mengungkap, lebih dari 78 juta orang telah memberikan suara lebih awal berdasarkan data hingga Senin (4/11/2024) WIB. Disebutkan, total 78.003.222 orang memberikan suara dengan perincian, sebanyak 42.654.364 memilih langsung di TPS dan 35.348.858 melalui pos.

Pemilih yang memberikan suara langsung ke TPS lebih banyak daripada melalui pos. Ini berbeda dengan Pilpres AS 2020 di mana sebagian besar pemilih menggunakan pos akibat pandemi Covid-19. Warga cenderung menghindari tempat keramaian. Sementara itu jumlah pemilih terdaftar di AS saat ini sekitar 244 juta orang.

Berbeda dengan Indonesia, di mana presiden dipilih secara langsung, dalam pilpres AS warga tak memilih antara Harris atau Trump. Mereka memilih anggota Electoral College, lembaga yang menjadi penentu kemenangan. Ini juga yang menyebabkan seorang capres AS yang populer atau meraih suara terbanyak belum tentu memenangkan pilpres.

Lantas, bagaimana cara menentukan pemenang antara Harris dan Trump?

Sistem pilpres AS mengenal Electoral College, lembaga pemilihan yang menentukan siapa presiden dan calon presiden berikutnya. Saat warga memberikan suara ke tempat pemungutan suara (TPS) atau melalui pos, mereka sebenarnya memilih sekelompok orang yang membentuk Electoral College.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut