Panas! Iran Ancam Buka Front Pertempuran Baru jika Israel Terus Serang Lebanon-Gaza
TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam membuka front pertempuran baru di kawasan Timur Tengah jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon dan Gaza. Ancaman itu muncul setelah Teheran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas operasi militer besar-besaran Israel di Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Bahkan, militer Iran disebut tengah mempertimbangkan berbagai langkah eskalatif, termasuk mengaktifkan front-front perlawanan baru di kawasan.
Selain itu, Iran bersama kelompok-kelompok proksi yang tergabung dalam poros perlawanan juga disebut sedang menyiapkan respons terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon dan Gaza.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Iran memutuskan menghentikan pembicaraan dan pertukaran dokumen dengan AS melalui mediator Pakistan sampai tuntutan terkait Gaza dan Lebanon dipenuhi. Selama ini, komunikasi tidak langsung antara kedua negara dilakukan melalui jalur mediasi tersebut dalam rangka perundingan damai.
"(Tim negosiasi Iran akan menghentikan) Pembicaraan dan pertukaran naskah melalui mediator (sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi)," demikian laporan Tasnim, dikutip Selasa (2/6/2026).
Menurut laporan tersebut, para pejabat dan negosiator Iran menegaskan bahwa penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon menjadi syarat utama untuk melanjutkan komunikasi dengan AS. Mereka juga menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki.
"Selama sikap Iran dan front perlawanan mengenai masalah ini tidak direspons, tidak akan ada pembicaraan (dengan AS)," demikian laporan media pemerintah Iran.
Iran sebelumnya menjadikan situasi di Lebanon sebagai salah satu syarat penting dalam pembahasan gencatan senjata dengan AS. Namun, serangan terbaru Israel ke wilayah Lebanon dinilai telah merusak dasar-dasar kesepakatan yang sedang dirundingkan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya disebut mempersiapkan langkah balasan yang lebih luas. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penutupan total Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.
Selain itu, Iran juga mempertimbangkan pengaktifan front-front lain, termasuk di kawasan Selat Bab Al Mandab. Langkah tersebut diyakini sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel dan negara-negara yang mendukungnya apabila serangan ke Lebanon dan Gaza terus berlanjut.
Editor: Anton Suhartono