Palestina Gelar Pemilu Daerah termasuk di Gaza, Hamas Boikot
Sementara itu warga Gaza menyambut antusias pesta demokrasi ini.
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Politisi Zionis Terbelah
"Saya sudah mendengar tentang pemilu sejak lahir. Kami ingin berpartisipasi ... agar bisa mengubah kenyataan yang dipaksakan kepada kami," kata Adham Al Bardini, seorang warga Deir Al Balah, dikutip dari Reuters.
Beberapa faksi Palestina, termasuk Hamas, memboikot pilkada tersebut karena tak sejalan dengan agenda Pemerintah Otoritas Palestina. Komisi Pemilihan Umum Palestina memberi syarat, para kandidat harus mendukung syarat, termasuk pengakuan negara Israel.
Hamas, yang telah memerintah Gaza selama hampir 20 tahun, belum secara resmi mencalonkan satu pun kandidat, namun satu kandidat di Deir Al Balah disebut sebagai pendukung kelompok tersebut.
Dukungan faksi sangat berpengaruh dalam menentukan kemenangan kandidat. Sebagian besar kandidat, termasuk di Tepi Barat, mencalonkan diri di bawah Fatah, partai politik utama yang mengisi Otoritas Palestina, atau sebagai kandidat independen.
Meski demikian Hamas menegaskan akan menghormati hasil pemilu. Bahkan beberapa sumber mengatakan, polisi sipil Hamas akan dikerahkan untuk menjaga keamanan tempat pemungutan suara.
Data KPU Palestina mengungkap, lebih dari 1 juta warga Palestina, termasuk 70.000 di Gaza, memiliki hak suara. Hasil pemilu lokal akan diketahui pada Sabtu malam atau Minggu pagi.
Editor: Anton Suhartono