Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Ultimatum AS: Siap Perang Lagi! Jika Blokade Selat Hormuz Tak Dicabut
Advertisement . Scroll to see content

OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel per Hari selama Penutupan Selat Hormuz

Selasa, 05 Mei 2026 - 06:10:00 WIB
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel per Hari selama Penutupan Selat Hormuz
OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi minyak mentah sebanyak 188.000 barel per hari pada bulan Juni selama penutupan Selat Hormuz. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

OPEC+ memiliki 21 anggota, termasuk Iran. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hanya tujuh negara ditambah UEA yang terlibat dalam keputusan produksi bulanan.

UEA, salah satu produsen terbesar di dunia, mengumumkan pada hari Selasa (28/4/2026) bahwa mereka akan menarik diri dari OPEC dan kelompok OPEC+ setelah merasa tidak puas dengan kuota produksi mereka.

Perang Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan penutupan Selat Hormuz telah menghambat ekspor dari anggota OPEC+ Arab Saudi, Irak, dan Kuwait, serta UEA. Sebelum perang pecah, negara-negara tersebut mampu meningkatkan produksi.

Bahkan ketika pengiriman melalui Selat Hormuz kembali dibuka akan membutuhkan waktu beberapa minggu agar arus kembali normal.

Gangguan pasokan telah mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat tahun di atas 125 dolar AS per barel. Para analis mulai memprediksi kekurangan bahan bakar jet yang meluas dalam satu hingga dua bulan dan lonjakan inflasi global.

Produksi minyak mentah dari seluruh anggota OPEC+ rata-rata mencapai 35,06 juta barel per hari pada bulan Maret, turun 7,7 juta barel per hari dari bulan Februari, menurut laporan OPEC bulan lalu. Irak dan Arab Saudi melakukan pengurangan terbesar karena ekspor yang terbatas

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut