Pemerintah Prancis pun mengeluarkan status siaga merah di sejumlah wilayah. Berbagai langkah darurat diterapkan untuk melindungi masyarakat dari risiko sengatan panas, termasuk pembatasan aktivitas luar ruangan dan larangan penjualan minuman beralkohol di beberapa daerah.
Prabowo Dijamu Makan Malam di Istana Elysee Paris, Kenakan Anugerah dari Macron
Dampak gelombang panas juga dirasakan di negara lain. Jerman mengeluarkan peringatan panas secara nasional, sementara di Madrid, Spanyol, penyelenggara membatalkan acara nonton bareng Piala Dunia setelah suhu udara mencapai sekitar 39 derajat Celsius.
Menurut para ilmuwan, gelombang panas yang datang lebih awal ini merupakan bagian dari tren pemanasan global yang terus berlangsung. Eropa saat ini tercatat sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, dengan kenaikan suhu sekitar 0,56 derajat Celsius per dekade sejak pertengahan 1990-an, lebih dari dua kali rata-rata global.
Prabowo Kenang Masa Muda di Paris: Saya Selalu ke Les Invalides
Perubahan iklim juga membuat gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas yang semakin ekstrem. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi negara-negara Eropa karena sebagian besar rumah dan infrastruktur di kawasan itu tidak dirancang untuk menghadapi suhu tinggi dalam waktu yang berkepanjangan. Bahkan, hanya sekitar 20 persen rumah di Eropa yang dilengkapi pendingin udara.
Editor: Muhammad Sukardi