Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Perluas Serangan di Lebanon, Targetkan Hizbullah
Meski demikian, frekuensi serangan tersebut jauh lebih rendah dibanding sebelumnya. Muncul laporan bahwa Gedung Putih menekan Israel untuk membatasi operasi militernya di Beirut agar tidak mengganggu upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas guna mengakhiri perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Iran, yang selama bertahun-tahun memberikan dukungan ideologis, militer, dan finansial yang signifikan kepada Hizbullah, menyatakan bahwa setiap kesepakatan perdamaian juga harus mencakup Lebanon.
"Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat secara tegas merupakan gencatan senjata di semua front, termasuk Lebanon. Pelanggaran di satu front berarti pelanggaran terhadap gencatan senjata di seluruh front," ucap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
Lebanon terseret ke dalam perang pada 2 Maret ketika Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Israel kemudian merespons dengan kampanye serangan udara di seluruh Lebanon serta invasi darat ke wilayah selatan negara itu.
Konflik tersebut terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, meskipun serangan terhadap Beirut menjadi jauh lebih berkurang.
Editor: Aditya Pratama