Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Perluas Serangan di Lebanon, Targetkan Hizbullah
YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri (PM) IsraelBenjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. Hal ini seiring meningkatnya konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.
Netanyahu mengatakan, target dari serangan tersebut menyasar kelompok teroris di Dahieh, kawasan yang menjadi basis kuat Hizbullah. Wilayah itu akan diserang sebagai respons atas serangan roket dan drone yang dilancarkan kelompok tersebut terhadap warga sipil Israel, serta pelanggaran lain terhadap gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu.
Melansir BBC, dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (1/6/2026), Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan telah memerintahkan serangan ke Dahieh setelah pasukan Hizbullah berulang kali melanggar gencatan senjata di Lebanon serta menyerang warga sipil dan kota-kota Israel.
"Kawasan Dahieh di Beirut tidak berbeda dengan komunitas di Israel utara. Jika tidak ada ketenangan di utara, maka tidak akan ada ketenangan di Beirut," ujar Katz dalam pernyataannya.
Tak lama setelah pengumuman itu, kemacetan panjang terjadi di jalan-jalan keluar dari kawasan pinggiran Beirut, karena banyak keluarga berusaha mengungsi ke tempat yang lebih aman.