Netanyahu Pede Israel Akan Berdamai dengan Negara Arab Tanpa Harus Ada Negara Palestina
“Kami yakin ada jalan untuk memajukan perdamaian yang lebih luas dengan negara-negara Arab, dan juga membangun perdamaian yang bisa dilaksanakan dengan tetangga kami, Palestina,” ujarnya.
Sikap ini bertolak belakang dengan posisi banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Qatar, yang menegaskan tidak akan membuka hubungan diplomatik penuh dengan Israel sebelum Palestina mendapatkan kemerdekaan yang jelas dan diakui secara internasional.
Gencatan Senjata Gaza Terganggu Pelanggaran Harian
Pernyataan kontroversial Netanyahu muncul di tengah upaya diplomatik internasional yang difasilitasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui rencana 20 poin perdamaian untuk mengakhiri konflik Gaza. Fase pertama rencana itu diwujudkan dalam gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, meliputi penarikan pasukan Israel ke Garis Kuning, pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Namun implementasi gencatan senjata tersebut jauh dari mulus. Meski kesepakatan masih berlaku, Israel secara konsisten dituduh melakukan pelanggaran harian.
Sejak gencatan senjata dimulai, militer Israel telah membunuh lebih dari 360 warga Gaza dan melakukan lebih dari 500 pelanggaran, termasuk serangan terhadap kamp pengungsi dan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan.