Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak
Advertisement . Scroll to see content

Netanyahu Didesak Sayap Kanan Israel Segera Serang Gaza meski Risiko Negosiasi Pupus

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:04:00 WIB
Netanyahu Didesak Sayap Kanan Israel Segera Serang Gaza meski Risiko Negosiasi Pupus
Benjamin Netanyahu mendapat tekanan kuat dari kubu sayap kanan agar segera melancarkan operasi militer ke Kota Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapat tekanan kuat dari kubu sayap kanan agar segera melancarkan operasi militer ke Kota Gaza, meski hal itu berpotensi memupus peluang gencatan senjata dengan Hamas.

Menteri Keuangan Israel yang juga tokoh sayap kanan radikal, Bezalel Smotrich, menilai penundaan operasi akan memberi ruang bagi Hamas untuk kembali ke meja perundingan. Menurutnya, hal ini akan menggagalkan target mengalahkan kelompok perlawanan tersebut di benteng terakhirnya.

“Setiap hari kita menunggu, Hamas semakin siap. Penundaan hanya akan memberi mereka kesempatan untuk bernapas,” kata Smotrich dalam pernyataannya.

Sumber pejabat Israel menyebut, operasi besar-besaran ke Kota Gaza mungkin baru dimulai awal Oktober. Alasannya, Israel membutuhkan waktu untuk mengevakuasi warga sipil dari zona pertempuran di Kota Gaza. Netanyahu mengklaim evakuasi adalah langkah penting sebelum pasukan bergerak, dan selama operasi berlangsung bantuan kemanusiaan akan terus disalurkan.

Meski begitu, penundaan ini membuka peluang bagi mediator seperti Mesir dan Qatar untuk menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata 60 hari, termasuk pembebasan 10 sandera Israel dan 1.000 lebih tahanan Palestina.

Seorang sumber diplomat Arab mengatakan kepada Reuters, Netanyahu mungkin menggunakan ancaman serangan sebagai tekanan agar Hamas mau kembali berunding. Pejabat senior Hamas, Basem Naim, bahkan mengonfirmasi kelompoknya telah memberi sinyal tertarik mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Namun, tekanan politik dari dalam negeri membuat Netanyahu berada di persimpangan sulit: memilih jalur diplomasi yang rapuh atau mengabulkan desakan sayap kanan untuk segera menggerakkan tank ke jantung Kota Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut