Mantan PM Israel Ehud Barak Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Ini Komentar Netanyahu
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengomentari pendahulunya, Ehud Barak, yang disebut-sebut dalam dokumen Jeffrey Epstein. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis sekitar 3 juta dokumen pada pekan lalu, mengungkap nama-nama pejabat, politisi, pengusaha, hingga artis yang pernah berhubungan dengan pelaku kejahatan seks anak tersebut.
Dalam komentar pertamanya mengenai dokumen Epstein, Netanyahu menegaskan hubungan dekat Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel, namun justru sebaliknya.
“Terjebak dalam kekalahan pemilu lebih dari 2 dekade lalu, Barak selama bertahun-tahun, secara obsesif berusaha untuk merusak demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya yang gagal menggulingkan pemerintah Israel yang terpilih,” tulis Netanyahu, di media sosial X, merujuk pada pemerintahannya saat itu.
Netanyahu juga menuduh Barak terlibat dalam aktivitas terbuka dan di balik layar untuk melemahkan pemerintah Israel, termasuk memicu gerakan demonstrasi massal, membuat kerusuhan, serta fitnah. Seperti diketahui Netanyahu sejak beberapa tahun terakhir duduk di kursi pesakitan terkait tuduhan korupsi.
Duh, Puluhan Foto Telanjang Remaja Perempuan Korban Epstein Dirilis Departemen Kehakiman AS
Dia juga memicu kontroversi dengan mengamandemen UU peradilan yang memberikan kekuasaan bagi parlemen untuk mengintervensi hukum.
Sementara itu Barak merupakan pengkritik vokal Netanyahu sejak lama, bahkan menyerukan penggulingan pemerintah.
Terungkap! Mantan PM Israel Ehud Barak Pernah Bermalam di Apartemen Predator Seks Epstein
Pada pertengahan 2025, Barak bergabung dengan sekitar 3.000 profesional medis dan kesehatan Israel menandatangani petisi yang mendesak pemerintah untuk mengamankan pembebasan para sandera di Gaza, bahkan jika barus menghentikan perang.