NATO Siap Kerahkan Lebih Banyak Pasukan ke Kosovo jika Konflik dengan Serbia Berkobar Lagi
Kosovo memproklamasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008. Namun, Beograd tak mengakui itu.
Orang-orang Serbia yang tinggal di Kosovo Utara pun sampai hari ini masih menganggap Beograd sebagai ibu kota mereka, bukan Pristina.
Sekitar 3.700 penjaga perdamaian NATO masih ditempatkan di Kosovo, bekas provinsi Serbia itu, untuk mencegah kekerasan antara etnik Albania dan Serbia.
Upaya untuk menerapkan pelat mobil Kosovo di utara negara itu menyebabkan bentrokan antara polisi dan warga etnik Serbia setempat. Para pengunjuk rasa memasang barikade, sehingga warga lain tidak bisa mengaksesnya. Pemerintah Kosovo pun akhirnya setuju untuk menunda pemberlakuan aturan baru itu hingga 31 Oktober.
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menyambut baik langkah itu Dia pun memuji situasi yang tenang di Kosovo Utara dan mengatakan bahwa sekarang ini penting untuk menghindari eskalasi baru.