Nah, Rusia Beri Sinyal Uji Coba Senjata Nuklir Lagi
Meski negara dengan kekuatan nuklir terbesar, Rusia modern belum pernah melakukan uji coba sejak runtuhnya Uni Soviet. Sementara AS melakukan uji coba terakhir pada 1992. Setelah itu mengandalkan simulasi komputer dan uji subkritis atau uji coba tidak menggunakan bahan fisil yang cukup untuk menghasilkan reaksi berkelanjutan.
Uji coba subkritis terakhir yang dilakukan AS dilaporkan terjadi pada Mei. Rusia mencermati dengan saksama apa yang terjadi di lokasi uji coba yang dilakukan AS.
Pernyataan Ryabkov itu disampaikan setelah AS mengizinkan Ukraina untuk melakukan serangan jauh ke wilayah Rusia menggunakan rudal ATACMS. Rusia sudah berkali-kali memperingatkan hal itu akan menyebabkan eskalasi konflik yang lebih besar.
Putin lalu memerintahkan militernya melancarkan pemembalasan menggunakan rudal balistik hipersonik terbaru, Oreshnik, menyerang fasilitas pertahanan Ukraina.
Hal yang paling mengejutkan, Rusia baru saja mengubah doktrin nuklir dengan meperlonggar syarat penggunaan senjata pemusnah itu. Rusia bisa saja melakukan serangan nuklir jika negaranya diserang oleh pihak bukan pemilik nuklir namun mendapat bantuan dari negara-negara kekuatan nuklir.