Nah, Media Kamboja Sebut Ribuan Tentara Thailand Tewas sejak Perang 7 Desember
Unit-unit militer Kamboja memberi kesempatan kepada otoritas Thailand untuk mengambil jenazah tentara mereka. Mayat tentara Thailand dianggap akan membawa dampak buruk bagi kesehatan serta menimbulkan bau tak sedap.
Tidak ada bukti yang diberikan otoritas Kamboja untuk mendukung klaim tersebut.
Militer Kamboja menutup rapat informasi mengenai jumlah tentaranya yang tewas dalam pertempuran. Meski demikian media Thailand melaporkan serangan-serangan terhadap posisi pasukan Kamboja yang diduga kuat menimbulkan jatuhnya korban.
Sementara itu pemerintah Kamboja mengumumkan jumlah korban tewas dari warga sipil sebanyak 21 orang hingga Selasa (23/12/2025).
Selain itu data resmi yang dikeluarkan Angkatan Bersenjata Thailand mengungkap, 23 tentara tewas sejak pecahnya konflik bersenjata terbaru dengan Kamboja pada 8 Desember lalu. Angka itu jauh di bawah klaim sumber-sumber keamanan Kamboja.
Komando Angkatan Darat Pertama Thailand menyebutkan, Sersan Kampanat Thongsaeng gugur dalam pertempuran di Ta Phraya, Sa Kaeo, pada Senin (22/12/2025) pagi.
Dalam pembaruan data, Selasa, militer Thailand menyebutkan satu prajurit lagi tewas, yakni Thanaphat Nanthawong. Dia meninggal sekitar pukul 15.30 akibat ledakan mortir di Ban Nong Chan saat sedang berpatroli bersama unitnya. Serangan artileri Kamboja itu juga menyebabkan empat tentara Thailand lainnya luka.
Editor: Anton Suhartono