Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran Blak-blakan Tak Percaya dengan AS: Ada Kemungkinan Mereka Menipu!
Advertisement . Scroll to see content

Musuh Bebuyutan! Mantan Ibu Negara AS Janji Nominasikan Trump Nobel Perdamaian, tapi...

Senin, 18 Agustus 2025 - 13:40:00 WIB
Musuh Bebuyutan! Mantan Ibu Negara AS Janji Nominasikan Trump Nobel Perdamaian, tapi...
Hillary Clinton musuh bebuyutan Donald Trump, berjanji akan menominasikan sang presiden Hadiah Nobel Perdamaian (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Hillary Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang juga musuh bebuyutan Presiden Donald Trump, berjanji akan menominasikannya sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian

Tentu saja tidak gratis, Hillary memberi syarat, Trump harus bisa mendamaikan Rusia dan Ukraina, tanpa perlu Kiev menyerahkan wilayahnya kepada Moskow. Seperti diketahui Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan syarat untuk gencatan senjata, yakni Ukraina harus merelakan empat wilayahnya yakni Donetsk dan Luhansk (Donbass) serta Zaporizhzhia dan Kherson.

"Sejujurnya, jika dia bisa mengakhiri perang yang mengerikan ini, di mana Putin adalah agresor, menyerang negara tetangga, berusaha mengubah perbatasan, jika dia (Trump) bisa mengakhirinya tanpa menempatkan Ukraina pada posisi di mana dia harus menyerahkan wilayah kepada agresor... memvalidasi visi Putin mewujudukan Rusia yang lebih besar, tapi sebaliknya, bila dia(Trump) bisa benar-benar melawan Putin, sesuatu yang belum kita lihat sebelumnya," kata Hillary dalam sebuah podcast, belum lama ini.

Dia menambahkan sikap perlawanan Trump itu akan menjadi momentum untuk menunjukan siapa dirinya.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, syarat-syarat perjanjian damai harus mencakup gencatan senjata, tidak ada penyerahan wilayah, serta Putin harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Ukraina yang direbut dalam jangka waktu tertentu. 

"Jika kita bisa mewujudkannya, jika Presiden Trump adalah arsiteknya, saya akan menominasikannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian, karena tujuan saya adalah agar tidak membiarkan kita tunduk kepada Putin, yang dibantu dan didukung oleh AS," ujar mantan Ibu Negara itu.

Hillary menegaskan sikap menyerah atau tunduk kepada Putin, yakni dengan membiarkan Rusia mencaplok wilayah Ukraina, merupakan preseden yang sangat buruk.

"Saya bermimpi bahwa, apa pun kombinasi alasannya, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian yang sulit diraih, Presiden Trump dapat benar-benar melawan Putin, bukan hanya demi Ukraina dan demokrasi serta rakyatnya yang sangat berani, tapi sejujurnya, demi keamanan dan kepentingan kita," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut