Murka Presiden Petro Disebut Gembong Narkoba oleh Trump, Kolombia Tarik Dubes di AS
Menteri Dalam Negeri Kolombia Armando Benedetti menilai pernyataan tersebut sebagai ancaman invasi atau aksi militer terhadap Kolombia.
"Saya tidak bisa membayangkan menutup beberapa hektare (lokasi produksi narkoba) kecuali dengan cara itu, kecuali melalui invasi," ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (21/10/2025).
AS juga mengumumkan serangan terhadap sebuah kapal dari Kolombia pada Jumat pekan lalu. Militer AS mengklaim Kapal itu dipimpin oleh kelompok pemberontak sayap kiri yang terlibat dalam pengiriman narkoba.
Petro menanggapi melalui postingan di media sosial, salah satu korban tewas dalam serangan itu adalah seorang warganya yang berprofesi sebagai nelayan, bernama Alejandro Carranza. Korban tidak memiliki hubungan apa pun dengan perdagangan narkoba.
"Para pejabat pemerintah AS telah melakukan pembunuhan dan melanggar kedaulatan kami di perairan teritorial," katanya.
Editor: Anton Suhartono