Mungkinkah Rezim Iran Tumbang Setelah Perang lawan Israel?
"Jelas sekali ada perbedaan pendapat besar dalam kepemimpinan, dan ada juga ketidakpuasan yang besar di antara masyarakat biasa," katanya.
Namun, tidak semua pihak sepakat bahwa rezim Iran berada di ambang kejatuhan.
Dukungan Publik dan Persepsi Kemenangan
Fakta di lapangan menunjukkan adanya gelombang besar dukungan terhadap para pemimpin Iran setelah diumumkannya gencatan senjata. Ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota Iran merayakan serangan balasan terhadap Israel, yang mereka anggap sebagai bentuk ketegasan dan kemenangan simbolis.
Iran dianggap berhasil memberikan perlawanan yang mengejutkan terhadap Israel yang secara militer dibantu Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Rudal-rudal Iran menghantam wilayah Israel hingga menyebabkan kerugian besar. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri mengungkapkan lebih dari 15.500 warga Israel kehilangan tempat tinggal dan lebih dari 30.000 mengajukan klaim kerusakan harta benda.
Antara Retak dan Kokoh
Rezim Iran memang menghadapi tekanan luar biasa dari luar dan dalam negeri. Ketidakhadiran Khamenei selama perang memunculkan spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan legitimasi kepemimpinannya. Namun, dukungan rakyat terhadap tindakan militer dan rasa nasionalisme yang bangkit justru memberi suntikan kekuatan baru bagi rezim.
Kemungkinan tumbangnya rezim Iran tetap terbuka, namun belum dalam waktu dekat. Yang jelas, perang ini menjadi babak baru dalam sejarah politik Iran, apakah menuju transisi kekuasaan atau justru penguatan rezim lewat legitimasi rakyat di tengah krisis.
Editor: Anton Suhartono