Momen Emosional di Balik Negosiasi Gaza, Negosiator AS Berduka kepada Hamas
Momen itu terjadi dalam pertemuan pada 8 Oktober di Kairo, sebulan setelah serangan udara Israel ke Doha yang menargetkan para pimpinan Hamas. Serangan tersebut mengguncang proses negosiasi yang tengah difasilitasi Qatar dan AS, dan hampir menggagalkan seluruh upaya gencatan senjata.
Kushner mengakui, peristiwa di Doha bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga pukulan telak terhadap kepercayaan diplomatik yang dibangun AS di Timur Tengah.
“Serangan itu melanggar banyak kepercayaan yang kami rasa pantas kami dapat dari pihak Israel. Itu bukan langkah strategis yang cerdas,” ujar suami Ivanka Trump tersebut.
Menurut dia, Trump bahkan turun tangan secara pribadi mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta maaf kepada Qatar agar proses mediasi bisa berlanjut.
Witkoff menambahkan, kepercayaan Qatar sebagai mediator kunci sangat terguncang akibat serangan tersebut.
“Kepercayaan Qatar terhadap kita telah hilang. Serangan itu memiliki efek metastasis terhadap seluruh proses perdamaian,” ujarnya.
Meski suasana diplomasi penuh tekanan, Kushner menilai pertemuan emosional dengan Al Hayya membawa makna mendalam. Dia menyebutnya sebagai pengingat bahwa di balik politik dan perang, masih ada sisi kemanusiaan yang sama-sama terluka.
Editor: Anton Suhartono