Microsoft: Peretas Rusia dan Korut Berlomba Curi Informasi Vaksin Virus Corona AS
"Kami telah memberi tahu semua organisasi yang menjadi target, dan jika serangan berhasil, kami menawarkan bantuan," ujarnya.
Namun demikian, perusahan bentukan Bill Gates enggan mengungkap berapa banyak serangan dunia maya yang berhasil atau jenis pelanggaran data apa yang telah mereka sebabkan.
Dalam temuannya, Microsoft mengatakan peretas Fancy Bear berusaha membobol akun orang dengan mencoba masuk ribuan atau jutaan kali. Sedangkan peretas asal Korut menggunakan taktik "spear-phishing"--peretas Zinc mengirim pesan berisi deskripsi pekerjaan palsu sementara Cerium menyamar sebagai perwakilan WHO melalui email.
Hacker Rusia pernah berusaha curi data vaksin milik Inggris
Pengungkapan peretasan muncul pada saat-saat penting dalam perlombaan global untuk memperoleh vaksin virus corona. Dua perusahaan biomedis AS, Pfizer dan Moderna, diklaim berada di urutan terdepan mendapatkan persetujuan darurat untuk mulai menginjeksi manusia pada akhir tahun ini.
Pada bulan Juli lalu, pejabat keamanan siber Inggris mengatakan kelompok peretas Rusia lain yang dikenal sebagai "Cozy Bear" juga menargetkan organisasi maupun fasilitas yang terlibat dalam pengembangan vaksin virus corona.
Kedutaan Rusia di Washington telah membantah tuduhan keterlibatan negara itu dalam spionase digital. Pejabat Korea Utara sebelumnya juga membantah melakukan peretasan di negara lain.
Editor: Arif Budiwinarto