Meriah! Festival Budaya Indonesia di Sakarya Turki Pukau Pelajar Asing
Dia menyoroti peran strategis diaspora pelajar sebagai motor penggerak diplomasi budaya, yang melalui kreativitas dan inisiatifnya mampu menghadirkan ruang perjumpaan antara Indonesia dan Turki.
Festival semacam ini bukan hanya pertunjukan seni, melainkan momentum membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antar-masyarakat.
Setelah itu disambung prolog drama, berupa narasi pembuka legenda menceritakan tentang Arsa yang masih dalam proses pencarian dreamland hingga bertemu sang dewi dreamland.
Melalui keingintahuan Arsa tentang pulau dan sejarah Indonesia, berbekal dengan buku milik kakeknya, terceritakanlah sejarah Indonesia yang diikuti oleh tarian tradisional dari berbagai daerah, seperti tari saman, silat, tari piring, tari kembang kipas, tari jejer gandrung, tari dayak, tari 4 etnis dan tarung sarung, kecak, dan tari timur.
Para penonton dari berbagai negara akan mengetahui nama tarian-tarian tersebut lewat drama yang berlangsung bergantian dengan pertunjukan.