Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Advertisement . Scroll to see content

Menlu Retno di DK PBB: Segera Setop Perang, Buka Akses Kemanusiaan di Gaza

Rabu, 25 Oktober 2023 - 08:40:00 WIB
Menlu Retno di DK PBB: Segera Setop Perang, Buka Akses Kemanusiaan di Gaza
Menlu Retno Marsudi menyampaikan pandangannya terkait krisis Gaza dalam High-Level Open Debate DK PBB di New York, AS, Selasa (24/10/2023). (Foto: Kemlu)
Advertisement . Scroll to see content
Menlu Retno Marsudi duduk bersebelahan dengan delegasi Palestina saat menyampaikan pandangannya terkait krisis Gaza dalam High-Level Open Debate DK PBB di New York, AS, Selasa (24/10/2023). (Foto: Kemlu)
Menlu Retno Marsudi duduk bersebelahan dengan delegasi Palestina saat menyampaikan pandangannya terkait krisis Gaza dalam High-Level Open Debate DK PBB di New York, AS, Selasa (24/10/2023). (Foto: Kemlu)

“Saya ingin bertanya bagaimana DK akan melakukan tanggung jawabnya? Kapan DK akan menghentikan perang di Gaza, mewujudkan gencatan senjata, membuka akses terhadap bantuan kemanusiaan, menyerukan pembebasan warga sipil, dan menghentikan pendudukan ilegal oleh Israel?” ujar Retno.

Dia mengatakan, setiap detik yang terbuang karena perbedaan politik dan kegagalan mencapai konsensus merupakan kekalahan bagi kemanusiaan dan memperparah instabilitas. “Berapa banyak lagi nyawa harus dikorbankan sebelum DK mengambil langkah?” tanya Menlu.

Kemudian, Retno menegaskan, Indonesia tidak membuang-buang waktu dalam memobilisasi dukungan internasional untuk dilakukannya tindakan segera. Melalui OKI, ASEAN, dan pertemuan ASEAN-GCC, D8, Indonesia menyerukan kesatuan suara untuk mendesak dihentikannya kekerasan dan fokus pada isu bencana kemanusiaan.

Setidaknya Indonesia mendesak segera dilakukannya tiga hal, yaitu, pertama, seruan bersama untuk genjatan senjata segera.

“Diam di tengah desingan peluru dan ledakan roket yang memekakkan telinga adalah sangat mengerikan. Dukungan mutlak terhadap salah satu pihak telah memicu penggunaan kekerasan yang tidak proporsional, pelanggaran hukum humaniter,"katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut