Mengenal Drone Shahed 136 Iran yang Jadi Momok Menakutkan bagi Israel
Bagian hidung drone mengandung hulu ledak dan perangkat optik untuk menyerang dengan presisi. Di bagian belakang terdapat mesin pendorong sederhana yang menggerakkan baling-baling dua bilah.
Fase awal peluncuran dibantu oleh sistem Rocket-Assisted Take-Off (RATO), lalu mesin utama mengambil alih begitu drone lepas landas.
Shahed 136 bisa membawa empat hingga delapan rudal mini atau perangkat penghancur tambahan. Dalam banyak kasus, drone ini tidak kembali ke pangkalan, melainkan meledak bersama target yang dihantamnya.
Shahed 136 menjadi senjata yang sangat merepotkan bagi sistem pertahanan udara Israel. Biaya produksinya rendah, namun jumlahnya bisa diluncurkan dalam gelombang besar, membuat sistem seperti Iron Dome kewalahan.
Keberhasilan penggunaannya di Ukraina menambah reputasi drone ini sebagai senjata mematikan dan praktis untuk perang jarak jauh.
Dibandingkan dengan drone tempur Bayraktar TB2 Turki yang lebih mahal dan terbatas daya serangnya, Shahed 136 dinilai lebih praktis, murah, dan efektif untuk serangan jarak jauh dalam konflik berintensitas tinggi.
Editor: Anton Suhartono