Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat, Ini Buktinya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Blockout, Gerakan Boikot Medsos Pesohor Dunia yang Enggan Mendukung Gaza

Sabtu, 01 Juni 2024 - 21:27:00 WIB
Mengenal Blockout, Gerakan Boikot Medsos Pesohor Dunia yang Enggan Mendukung Gaza
Istilah blockout, gerakan boikot media sosial pesohor dunia yang enggan mendukung Palestina ramai belakangan ini (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Met Gala berlangsung, platform-platform media sosial dibanjiri video dan foto-foto para bintang. Di saat bersamaan disandingkan video saat pasukan Israel melancarkan operasi militer ke Rafah, Gaza Selatan. Gambar-gambar itu menyajikan tontotan kontras kepada pengguna mengenai kemewahan acara selebriti dibandingkan dengan situasi di Gaza.

Para pengguna media sosial juga mengecam selebriti karena tidak menggunakan akun mereka untuk berbicara mengenai para korban di Gaza.

Efektifkah Seruan Blockout?

Pakar pemasaran Universitas Indiana mengatakan kepada Associated Press, efektivitas dan durabilitas blockout belum bisa dilihat saat ini. Hal tersebut juga sangat bergantung pada selebriti bersangkutan, yakni apa yang membuat mereka dikenal. 

Sosok pesohor yang terkenal karena brandingnya terkait dengan kemanusiaan mungkin akan lebih terpengaruh dibandingkan pesohor lain terkenal karena bakat.

“Jika identitas Anda benar-benar terkait dengan promosi sesuatu yang menjadi kunci boikot, hal ini berpotensi menimbulkan konsekuensi sangat serius bagi Anda,” kata Fossen. 

“Mungkin ada beberapa influencer yang tenar dengan mempromosikan perdamaian, kemudian mereka diam terkait masalah ini, para pengikutnya mungkin tidak akan memaafkan mereka,” ujarnya, lagi.

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 1 Juni 2024 telah membunuh 36.379 orang, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Sebanyak 82.407 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban tewas maupun luka adalah anak-anak dan perempuan.

Banyaknya korban dari kalangan warga sipil memicu keprihatinan luas masyarakat global mengenai tujuan sebenarnya operasi militer Israel di Gaza. Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, atas desakan dari Afrika Selatan, memerintahkan Israel untuk menghentikan segala tindakan yang mengarah kepada genosida di Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut