Mengejutkan, Pasukan Afghanistan Serahkan Senjata ke Taliban Setelah Ditinggal AS
Jenderal Angkatan Darat AS Scott Miller mengaku terkejut dengan video tersebut karena tentara Afghanistan begitu cepat menyerah kepada Taliban.
"Anda melihat situasi keamanan, ini tidak bagus. Taliban sedang bergerak. Perang bersifat fisik, tapi juga punya komponen psikologis atau moral. Apa yang tidak diinginkan terjadi adalah orang-orang kehilangan harapan," ujarnya, kepada ABC.
Taliban menang besar setelah AS meninggalkan Afghanistan. Dalam beberapa kesempatan mereka menunjukkan gudang senjata yang ditinggalkan pasukan AS.
Dalam kesempatan lain tentara Taliban menyita kontainer berisi senjata dan amunisi yang ditinggalkan tentara AS di pangkalan. Mereka mendapatkan 900 pucuk senjata, 70 pucuk senapan sniper, 30 kendaraan Humvee, 20 mobil pikap, 15 truk, serta ribuan amunisi, dari pangkalan Sultan Khil di Provinsi Wardak.
Belum cukup, ada pula granat, mortir, telepon satelit, serta perlengkapan lain berlabel 'milik Pemerintah AS'. Senjata-swnjata yang disiapkan AS untuk militer Afghanistan itu kini direbut Taliban.
Namun seorang komandan Taliban mengatakan kepada Sky News bahwa senjata-senjata itu bukan sumber kekuatan mereka.
"Sebagian besar waktu kami tidak digunakan untuk bergantung pada semua ini. Kami hanya mengandalkan Allah. Tentu saja kami menginginkan perdamaian, semua orang menginginkan perdamaian, tapi pemerintah (Afghanistan) tidak mau berdamai dengan kami," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono