Meledak, Pesawat Militer Kolombia Jatuh Tewaskan 69 Tentara Ternyata Bawa Amunisi
Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam beberapa posting-an di media sosial, menyalahkan peralatan militer yang sudah usang atas kecelakaan tersebut.
"Potongan logam rongsokan ini dibeli pada 2020 dan jatuh, mari kita tanyakan mengapa," ujarnya.
Sebelumnya Petro menyalahkan masalah birokrasi karena menghambat rencananya untuk memodernisasi peralatan angkatan bersenjata dan pesawat.
"Saya tidak akan membiarkan penundaan lebih lanjut, nyawa orang-orang muda kita dipertaruhkan," tulisnya.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan, pesawat kehilangan ketinggian tak lama setelah lepas landas hingga menukik dan jatuh diikuri suara ledakan keras.
Menteri Pertahanan Kolombia mengatakan, suara keras itu berasal dari amunisi di dalam pesawat yang meledak.
Tidak ada indikasi pesawat diserang oleh kelompok bersenjata yang aktif di wilayah Putumayo.
Editor: Anton Suhartono