Meledak, Pesawat Militer Kolombia Jatuh Tewaskan 69 Tentara Ternyata Bawa Amunisi
BOGOTA, iNews.id - Korban tewas jatuhnya pesawat militer C-130 Hercules Kolombia bertambah menjadi 69 orang. Pesawat yang membawa 126 orang, sebelumya diberitakan 125 orang, jatuh sesaat setelah lepas landas pada Senin (23/3/2026) sore waktu setempat.
Seluruh korban dipastikan personel militer dari tiga matra angkatan bersenjata Kolombia.
Militer Kolombia, Rabu (25/3/2026), mengumumkan operasi pencarian dan penyelamatan korban telah berakhir. Selain 69 korban tewas, 57 penumpang dan kru mengalami luka yang beragam.
Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan melibatkan pesawat angkut militer buatan perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin tersebut.
Detik-Detik Pesawat Militer Kolombia Bawa 125 Orang Jatuh, Meledak hingga Terbakar
Pesawat mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Kota Puerto Leguizamo menuju Puerto Asís.
Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam beberapa posting-an di media sosial, menyalahkan peralatan militer yang sudah usang atas kecelakaan tersebut.
Breaking News: Pesawat Militer Kolombia Bawa 125 Orang Jatuh, 48 Tewas
"Potongan logam rongsokan ini dibeli pada 2020 dan jatuh, mari kita tanyakan mengapa," ujarnya.
Sebelumnya Petro menyalahkan masalah birokrasi karena menghambat rencananya untuk memodernisasi peralatan angkatan bersenjata dan pesawat.
"Saya tidak akan membiarkan penundaan lebih lanjut, nyawa orang-orang muda kita dipertaruhkan," tulisnya.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan, pesawat kehilangan ketinggian tak lama setelah lepas landas hingga menukik dan jatuh diikuri suara ledakan keras.
Menteri Pertahanan Kolombia mengatakan, suara keras itu berasal dari amunisi di dalam pesawat yang meledak.
Tidak ada indikasi pesawat diserang oleh kelompok bersenjata yang aktif di wilayah Putumayo.
Editor: Anton Suhartono