Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Israel dan Iran Bisa Meluas, DPR Desak Pemerintah RI dan OKI Bertindak
Advertisement . Scroll to see content

Mediator AS: Pasukan ISF Asal Indonesia Akan Ditempatkan di Gaza Selatan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:45:00 WIB
Mediator AS: Pasukan ISF Asal Indonesia Akan Ditempatkan di Gaza Selatan
Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) asal Indonesia akan ditempatkan di Gaza selatan (Foto: Arif Julianto/IMG)
Advertisement . Scroll to see content

KAIRO, iNews.id - Mediator Amerika Serikat (AS) untuk perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, mengungkapkan pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) asal Indonesia akan ditempatkan di wilayah Jalur Gaza bagian selatan. Wilayah selatan Gaza mencakup beberapa daerah seperti Rafah dan Khan Younis.

Penempatan itu menjadi bagian dari gelombang awal misi internasional yang dijadwalkan mulai tiba pada April mendatang.

Menurut Bahbah, kelompok pertama ISF akan memasuki Gaza pada awal April, disusul kontingen yang lebih besar pada bulan berikutnya.

Dia menjelaskan, pasukan asal Indonesia akan difokuskan di Gaza bagian selatan. Sementara itu, unit dari negara lain akan bertanggung jawab atas wilayah berbeda di Jalur Gaza. Diketahui, tujuh negara bersedia bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza. Selain Indonesia, pasukan dari  Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania, juga akan bergabung degan ISF.

“Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama sebagai bagian dari pasukan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan berikutnya,” kata Bahbah, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/2/2026).

Sementra itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan personel TNI yang bergabung dalam ISF bukan pasukan tempur. Pasukan TNI yang terlibat misi ISF juga bisa ditarik kapan pun dari Gaza.

Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu Caka Alverdi Awal mengatakan, tugas pasukan Indonesia di ISF akan ditentukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI.

Selain itu, pasukan TNI tidak akan menjalankan peran pelucutan senjata dan demiliterisasi di Gaza.

"Tapi yang perlu kami sampaikan dan tegaskan sekali lagi bahwa terkait dengan mandat, telah jelas. Dari national caveat kita, saya sampaikan beberapa hal, seperti misalnya yaitu mandat non-combat dan non-demiliterisasi," ujar Caka, dalam konferensi pers, Jumat (27/2/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut