Media Asing Soroti Dugaan Penggelembungan Suara PSI yang Diketuai Anak Jokowi
“Sebuah partai kecil yang dipimpin putra presiden Indonesia yang akan segera habis masa jabatannya mengalami peningkatan perolehan suara yang luar biasa selama akhir pekan selama penghitungan suara resmi pada pemilu bulan lalu, sehingga meningkatkan tuntutan untuk dilakukannya penyelidikan oleh parlemen atas dugaan kecurangan pemilu,” tulis media itu.
Dikatakan bahwa para pakar survei mencurigai perolehan suara PSI mungkin telah “dinaikkan” sehingga bisa masuk parlemen. Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Sebab, perolehan suara partai tersebut tiba-tiba melonjak menjadi sekitar 3,13 persen pada akhir pekan lalu, dari yang tadinya hanya berada di kisaran 2,6–2,8 persen pada Jumat (1/3/2024) dan hari-hari sebelumnya.
“Selain itu, para ahli mencatat bahwa jumlah (perolehan suara) PSI yang dikeluarkan KPU lebih tinggi dibandingkan penghitungan TPS dan perkiraan penghitungan cepat (quick count). Meski masih dalam batas kesalahan penghitungan cepat yang biasanya dapat diandalkan, mereka menilai perbedaannya masih tidak wajar,” ungkap BenarNews.
Politisi PPP, Muhammad Romahurmuziy menduga ada upaya di beberapa daerah untuk menggelembungkan suara PSI. Menurut dia, dugaan penggelembungan itu dalam banyak kasus, bukan terjadi di tingkat TPS, melainkan diduga di tingkat kabupaten.
Romy, sapaan Romahurmuziy, juga menuding adanya surat suara yang tidak sah yang dimasukkan menjadi suara milik PSI. “Setiap penggeseran suara tidak sah menjadi suara PSI, jelas merugikan perolehan seluruh partai politik peserta pemilu,” ujarnya.